Mungkin bagi sebagian teman-teman belum banyak yang mengetahui kalau ternyata di Desa Bandar Jaya, Kec. Siak Kecil, Kab. Bengkalis Provinsi riau, ada kebun jeruk loh. Sama seperti teman-teman, aku sebenarnya juga baru tahu kok hehe. Semuanya bermula saat aku berkunjung ke kantor BPP ( Balai Penyuluh Pertanian) Kec. Siak Kecil dan bertemu dengan ketua sekaligus Koordinator BPP tsb, yaitu Ibu Astud Iponi, SP, atau yang lebih akrab dipanggil Ibu Ipon, beliau memberikan data IPW (Identifikasi Potensi Wilayah) kecamatan tsb.
Berkunjung ke kantor BPP? Ngapain? Fyi,
saat ini aku sedang menjalankan tugas dari kampus untuk mendampingi petani
dalam kegiatan usaha taninya dalam masa darurat Covid-19. Setelah mengetahui hal tsb dan juga sudah berkonsultasi
dengan Ibu Ipon, akhirnya pada hari selasa, 2 Juni 2020, aku yang didampingi
dengan dua orang PPL ( Petugas Penyuluh Lapangan) yaitu Bapak Aidil Safitra dan
Bapak M. Suhardi, SP berangkat menuju lokasi tsb.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu lebih kurang dua jam dan akses menuju kesana waah.. lumayan susah. Jalan yang berlubang, belum lagi jalan yang berlumpur karena habis hujan. Fyi, akses jalan menuju kesana masih jalan biasa, belum ada tuh yang namanya aspal.
Setelah sampai, kami pun berbincang dengan
petani pemilik kebun jeruk tsb, beliau adalah pak Heriyanto, pemilik kebun
jeruk seluas lebih kurang empat hektare ini
mengatakan beliau mulai menanam jeruk sejak tahun 2017 (lebih kurang sudah
empat tahun). Varietas yang ditanam antara lain: Siem, Bangkinang, dan
Brastagi. “ Semakin tua pohon jeruk, semakin banyak produksinya, tergantung
perawatan.” ujar pak Heriyanto.
Perawatan yang dilakukan pak Heriyanto
sendiri biasanya adalah pemupukan, pupuk yang digunakan pak Heriyanto antara
lain: pupuk kandang, NPK, KCl, TSP dan Dolomit yang diberikan sebelum penanaman
guna untuk menetralkan tanah.
Dalam satu tahun terdapat dua kali panen
raya, selebihnya panen biasa yang dilakukan setiap dua sampai tiga bulan sekali.
“Untuk satu pohon jeruk biasanya menghasilkan buah lebih kurang 30 kg” ujar pak
Heriyanto. Fyi, beliau mempunyai lebih kurang 6.000 pohon jeruk karena per hektare ditanami sekitar 1.500 pohon
jeruk.
Untuk pemasaran biasanya pak Heriyanto
menjual kepada pedagang buah dengan kisaran harga Rp 5.000 per kg untuk jeruk
peras, dan Rp 8.000-9.000 per kg untuk jeruk matang. Pak Heriyanto berharap
beliau bisa memasarkan jeruknya sampai ke Pulau Jawa karena disana banyak
terdapat industri minuman yang berbahan dasar jeruk. Semoga harapan pak
Heriyanto bisa tercapai ya, Aamiin.
Setelah selesai berbincang, kami diajak
melihat dan memanen langsung jeruk-jeruknya. Melihat semua jeruk-jeruk yang
masih menggantung dipohon, jadi lupa sama rasa capek selama perjalan menuju
kesini, Dari hasil memanen pada hari itu, aku dibawakan oleh-oleh jeruk banyak
banget, sampai segan untuk menerimanya hehe. Tapi, petani memang ramah dan
seloyal itu loh. Terimakasih banyak pak Heriyanto buat ilmu yang sudah bapak
sharing dan juga oleh-oleh jeruk-jeruknya .
Menurutku gak ada salahnya kita explore ketempat baru atau sesuatu yang baru untuk menemukan hal baru yang nantinya bisa kita share ke orang lain, yang pasti harus sesuatu yang bermanfaat yaa J



