Jumat, 05 Juni 2020

Kebun jeruk di Kab. Bengkalis Provinsi Riau

Mungkin bagi sebagian teman-teman belum banyak yang mengetahui kalau ternyata di Desa Bandar Jaya, Kec. Siak Kecil, Kab. Bengkalis Provinsi riau, ada kebun jeruk loh. Sama seperti teman-teman, aku sebenarnya juga baru tahu kok hehe. Semuanya bermula saat aku berkunjung ke kantor BPP    ( Balai Penyuluh Pertanian) Kec. Siak Kecil dan bertemu dengan ketua sekaligus Koordinator BPP tsb, yaitu Ibu Astud Iponi, SP, atau yang lebih akrab dipanggil Ibu Ipon, beliau memberikan data IPW (Identifikasi Potensi Wilayah) kecamatan tsb.

Berkunjung ke kantor BPP? Ngapain? Fyi, saat ini aku sedang menjalankan tugas dari kampus untuk mendampingi petani dalam kegiatan usaha taninya dalam masa darurat Covid-19. Setelah mengetahui hal tsb dan juga sudah berkonsultasi dengan Ibu Ipon, akhirnya pada hari selasa, 2 Juni 2020, aku yang didampingi dengan dua orang PPL ( Petugas Penyuluh Lapangan) yaitu Bapak Aidil Safitra dan Bapak M. Suhardi, SP berangkat menuju lokasi tsb.

Perjalanan menuju lokasi memakan waktu lebih kurang dua jam dan akses menuju kesana waah.. lumayan susah. Jalan yang berlubang, belum lagi jalan yang berlumpur karena habis hujan. Fyi, akses jalan menuju kesana masih jalan biasa, belum ada tuh yang namanya aspal.

 

Setelah sampai, kami pun berbincang dengan petani pemilik kebun jeruk tsb, beliau adalah pak Heriyanto, pemilik kebun jeruk seluas lebih kurang empat hektare ini mengatakan beliau mulai menanam jeruk sejak tahun 2017 (lebih kurang sudah empat tahun). Varietas yang ditanam antara lain: Siem, Bangkinang, dan Brastagi. “ Semakin tua pohon jeruk, semakin banyak produksinya, tergantung perawatan.” ujar pak Heriyanto.

Perawatan yang dilakukan pak Heriyanto sendiri biasanya adalah pemupukan, pupuk yang digunakan pak Heriyanto antara lain: pupuk kandang, NPK, KCl, TSP dan Dolomit yang diberikan sebelum penanaman guna untuk menetralkan tanah.

Dalam satu tahun terdapat dua kali panen raya, selebihnya panen biasa yang dilakukan setiap dua sampai tiga bulan sekali. “Untuk satu pohon jeruk biasanya menghasilkan buah lebih kurang 30 kg” ujar pak Heriyanto. Fyi, beliau mempunyai lebih kurang 6.000 pohon jeruk karena per hektare ditanami sekitar 1.500 pohon jeruk.

Untuk pemasaran biasanya pak Heriyanto menjual kepada pedagang buah dengan kisaran harga Rp 5.000 per kg untuk jeruk peras, dan Rp 8.000-9.000 per kg untuk jeruk matang. Pak Heriyanto berharap beliau bisa memasarkan jeruknya sampai ke Pulau Jawa karena disana banyak terdapat industri minuman yang berbahan dasar jeruk. Semoga harapan pak Heriyanto bisa tercapai ya, Aamiin.

Setelah selesai berbincang, kami diajak melihat dan memanen langsung jeruk-jeruknya. Melihat semua jeruk-jeruk yang masih menggantung dipohon, jadi lupa sama rasa capek selama perjalan menuju kesini, Dari hasil memanen pada hari itu, aku dibawakan oleh-oleh jeruk banyak banget, sampai segan untuk menerimanya hehe. Tapi, petani memang ramah dan seloyal itu loh. Terimakasih banyak pak Heriyanto buat ilmu yang sudah bapak sharing dan juga oleh-oleh jeruk-jeruknya .


Menurutku gak ada salahnya kita explore ketempat baru atau sesuatu yang baru  untuk menemukan hal baru yang nantinya bisa kita share ke orang lain, yang pasti harus sesuatu yang bermanfaat yaa J